Sabtu, 08 Oktober 2016

Kuliah itu menyenangkan atau...

Halo semuanya...
Di sela2 perkuliahan yang mulai menggerogoti waktuku, aku menyempatkan menulis post ini.
Kuliah? Mungkin sebagian dari kalian yang sudah menjabat sebagai "Mahasiswa" pasti sudah tau bagaimana perkuliahan. Mungkin bagi adik2 yang masih di bangku SMA yang pasti penasaran gimana sih kuliah itu, menyenangkankah? Atau malah sebaliknya? Mari kita bahas.

Sebenarnya, kuliah itu agak sedikit berbeda dengan di pembelajaran di SMA. Karena di kuliah, pasti kita sudah memilih jalan hidup kita akan kemana (Seharusnya sudah), jurusan apa yang akan kita ambil untuk masa depan kita. Disini kita hanya akan fokus ke mata kuliah tertentu yang pastinya punya keterkaitan dengan jurusan yang kita ambil. Namun, di beberapa jurusan dan beberapa universitas, di tingkat satu kita masih menghadapi yang namanya TPB atau Tahap Persiapan Bersama. Dimana kita masih harus mempelajari beberapa mata kuliah dasar. Dan baru akan lebih spesialisasi di tingkat 2 dan seterusnya.

Kemudian, karena hanya mata kuliah tertentu yang kita pelajari (Gak seperti di SMA dimana kita belajar semua mata pelajaran yang bisa sampai 13 mapel) maka jam belajar pun berkurang. Horeee!! Kita jadi lebih santai, lebih banyak waktu luang. Karena 1 hari itu, bisa saja hanya ada kuliah pagi lalu siang kosong. Atau hanya kuliah siang, atau tidak ada kuliah sama sekali. Sehingga kita punya banyak waktu senggang. Menyenangkan bukan? Eits.. tapi tunggu dulu. Bukan karena kita punya banyak waktu senggang, maka kita bisa main dan hedon sepuasnya. Karena perlu diingat, kita sudah naik jabatan dari SISWA ke MAHASISWA. Sehingga yang tadinya namanya TUGAS. Berubah menjadi MAHATUGAS.

Tugasnya macam-macam, bisa berupa, essay, mengerjakan soal, merangkum, presentasi, atau bahkan belajar mandiri. Karena, di perkuliahan itu, Dosen hanya menjelaskan poin-poin penting saja. Misal dari 1 bab yang terdiri dari 10 halaman, mungki dosen bisa saja hanya menjelaskan sebanyak 4 atau 5 halaman yang merupakan poin utama dari bab tersebut. Sisanya adalah tugas kita untuk lebih memahami dan merinci bab tersebut. Yap, jadi waktu luang yang banyak tersebut, rata-rata lebih dialihkan untuk tugas dan belajar mandiri. Karena belajar mandiri itu mau gak mau harus mau. Kalau kamu mau lulus dengan nilai bagus, wajib hukumnya. Kita harus memahami secara detail dari bab tersebut.

Di perkuliahan juga, kita gak bisa seenaknya belajas SKS (Sistem Kebut Semalam). Karena yang diujikan adalah materi dari banyak bab. Yang rasanya mustahil untuk dilahap dalam 1 malam. Maka dari itu, sebagai mahasiswa yang baik, kita harus mencicil belajar kita agar tidak terjadi yang namanya SKS.

Sekian dari saya, semangat terus..

Minggu, 17 April 2016

Puisi : Hanya Diam

Hanya Diam
Karya Alfa Yuditya N

Kau hanya terpekur
Menatap kosong jam yang berdenting
Terlelap dalam mimpi2 omong kosong
Kau hanya simpan sendiri, tak satupun orang kau bagi
Otak encermu tak berguna
Sama sekali

Mungkin dirimu sendiri, mungkin dirimu tak mengerti
Tak sedikit pelajaran di dunia ini
Banyak yang tak ada di bangku sekolahan
Pelajaran kehidupan
Yang tak sedikitpun kau pahami
Karena kau hanya berdiam

Bangkitlah
Lihat dunia, lawan dunia
Kendati ia mengacuhkanmu, kendati ia memusuhimu
Nestapa memelukmu, tak satupun nasib baik menjamahmu
Kalau kau hanya berdiam

Rintihan hati mendesis
Irisan perasaan menyayat hati
Kau tak akan tahu seberapa perih hati ini

Saat dia pergi..

Kita Pernah Sedekat Nadi Sebelum Sejauh Matahari

Hi semuanya..
Well, kalian semua pasti sering denger kan kata-kata di atas. "Kita Pernah Sedekat Nadi Sebelum Sejauh Matahari" bahkan mungkin gak asing lagi. Yap, kata-kata tersebut menggambarkan seseorang yang tadinya dekat sekali dengan kita, namun berubah menjadi jauh, menjadi asing bagi kita. Aneh? Memang, hidup itu bergerak, roda itu berputar, orang-orang datang dan pergi, tapi yang terbaik akan tetap di hati.
Kadang saya ngga ngerti, mengapa semua itu bisa terjadi. Padahal, kau tahu seberapa dekat urat nadi dari tubuh kita? Yap dekat sekali. Mereka melekat dalam tubuh, mengaliri setiap jengkal tubuh kita tanpa satupun terlewat. Lantas,kau tahu seberapa jauh matahari? 149.597.870.700 meter, atau sekitar 149.597.870,7 Kilo Meter. Kebayang gak gimana jauhnya? Kalo kita umpamakan dengan keliling dunia, itu bisa dianggap berkali-kali keliling dunia. Jauh sekali. Tapi gak seperti itu juga sih. Bisa saja, yang diumpakan sejauh matahari itu, orangnya ada di sekitar kita, namun sikapnya jauh berbeda, asing. Bak orang amnesia yang sama sekali tidak mengenal kita. Dan bahkan, bisa jadi memang dia tidak lagi mau mengenal kita. Ada yang aneh? Tidak. Semua terjadi karena alasan. Namun alasan yang gak logis.
Sekuat apapun alasan itu, tetap saja itu gak logis. Kalian tahu bahwa adat timur kita yang kental, mengkhendaki silaturahim tetap berjalan. Saling memaafkan, melupakan masa lalu, dan memulai kehidupan yang baru. Namun, apakah harus sejauh matahari?
Kalian tahu siapa yang salah dalam masalah ini? Tidak? Berarti kita sama,

Senin, 07 Oktober 2013

PLN tanpa suap-menyuap? Blogger mendukung!

Halo semua...
Apa Kabarnya nih?
Berhubung dengan adanya lomba Blog yang diadakan oleh PLN karena kita akan menyambut hari listrik nasional yang ke-68 pada tanggal 27 oktober, saya akan menuliskan sebuah tulisan yang bertemakan "Bloger dukung PLN Bersih"
Ada yang tau apa maksud dari tema di atas? Kalau nggak tau, biar saya kasih tau :D
Maksud dari tema di atas adalah saya selaku Bloger mendukung PLN dengan komitmennya untuk melaksanakan tugasnya, yaitu menyediakan supplai listrik untuk masyarakat tanpa adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Saya yakin, PLN  mampu bekerja dengan maksimal tanpa menyimpang. Demi menegaskan komitmennya itu, PLN juga melakukan korporasi atau kerjasama. PLN bekerjasama dengan jaringan organisasi global anti korupsi Transparency International Indonesia (TII)

Sudah mengertikah? :D
Nah, jadi saya sebagai Bloger tentunya ikut mendukung komitmen  PLN tersebut, toh para Bloger juga sangat membutuhkan keberadaan PLN untuk menyupplai tenaga listrik ke komputer atau laptop tiap-tiap Bloger. Tanpa adanya listrik, para Bloger tak akan mampu mempublikasikan hasil karya, ide, dan segala unek-uneknya di dunia maya.
Saya juga mendukung, komitmen PLN untuk bekerja bersih tanpa ada satu anggotanya yang korupsi satu perak pun. Walau kebanyakan wakil-wakil rakyat di kursi DPR sana melakukan penyimpangan atau penyelewengan terhadap kewenangan yang mereka emban. Saya yakin PLN mampu bekerja bersih :D

Walaupun hari Listrik Nasional terbilang masih lama, tapi saya mengucapkan Selamat Hari Listrik Nasional, dan pastinya HIDUP PLN  !!!!!

Selasa, 01 Oktober 2013

Puisi : Mei yang hilang

Mei yang hilang
                                Karya Alfa Yuditya N
Seraya berkata dalam hati
Seraya menyesal dalam diri
Kendati monas masih tegak menjulang
Kendati waktu tak kan terulang
Walau dinginnya malam kejam menerkam
Kau tetap ku kenang
Sekalipun daun terakhir meranggas dari pohon yang tenang
Akan tetap ku kenang jua

Walau ribuan sembilu menghujam
Sekalipun kau tak bersua

Senin, 30 September 2013

Puisi : Menatap Sendu dalam angam waktu

Menatap sendu dalam angan waktu
                              Karya Alfa Yuditya N

Lembayung jingga membngkus kota
Sinar rembulan perlahan merata
Meratap dalam malam-malam buta
Menghela dalam keruhnya ibu kota

Merangkak dalam detik kerinduan
Berjalan di setiap menit kesendirian
Lantas tertunduk layu di tengah jam yang rentan

Sendu terlihat mengawang
Membungkus kemelut pikiran
Melapangkan dada di tengah kebisingan
Meratap jerih di celah-celah sawang
Wajahmu terlukis indah
Tersenyum ganjil di antara bintang
Yang terdongak suci
Berperangai harum mewangi

Hari iini, aku mengenangmu
Tertulis di setiap tulisan pujangga

Aku rindu wajahmu yang sendu

Minggu, 23 Desember 2012

Aku kembali!

Halo semua, kayaknya udah lama banget ya aku gak posting di blog ini. Maklum, prosedur kelas Akselerasi di sekolahku memaksa aku harus mempercepat lari mengejar materi. Aku harus menyamai materi kelas 9 reguler, bahkan guru-guru bilang "Anak Aksel itu harus lebih pintar."
Jadi, karena terlalu sibuk denfan sekolah, aku sampai lupa kalau punya blog yang bisa mencurahkan isi hati lewat karya-karya sastra.
Setelah hampir satu bulan lebih aku vakum dari dunia pernovelan (cie, cie. Bikin novel aja belum pernah, udah disebut dunia pernovelan. Tapi InsyaAllah suatu saat nanti, aku pasti bisa membuat novel) vakum dari membaca novel, vakum dari menulis cerita, dan juga vakum dari menulis puisi. Nah, di Liburan semester ini, selain juga harus belajar lebih giat lagi, aku juga akan kembali mengisi postingan di blog ini!
Aku kembali!